Sulit Bagi Manusia Biasa Memperkirakan Cuaca

Ihsanul Fikri
0



Bukan pembahasan tentang pawang hujan!

Akhir-akhir ini agaknya kita sedang melewati musim pancaroba yang tak pasti. Kadang hujan, kadang panas. Sehingga hal itu menyulitkan bagi sebagian orang. Terlebih bagi mereka yang terjun kelapangan seperti berdagang,  bekerja dan sebagainya.

 Saya punya seorang kenalan yang menjual jus di seberang outlet. Tetangga kita ini punya perhitungan  dalam berjualan. Karena yang ia jual adalah jus yang merupakan minuman dingin, sering tak terbeli ketika hujan, maka ia tak buru-buru berangkat membuka kedai jusnya.

Seringkali ia mengontak saya via whatsapp terlebih dahulu dan bertanya tentang cuaca pada hari ini. Lagi-lagi, karena ini musim pancaroba, dimana jangankan memikirkan hujan atau tidak, sebab kita saja kadang kebingungan ingin meminum es atau kopi saking tidak menentunya. Cuacayang saya laporkan ke dia jadi tidak akurat.

Misal, pagi harinya cerah. Tapi sekitar jam 10 sudah mulai gelap dan akan hujan. Sedang bapak itu terlanjur datang untuk berjualan. Atau sebaliknya, pagi hari hujan, lalu mendengar kabar itu bapak tersebut tidak jadi berjualan. Padahal pada siang hari, cuaca berganti awan cerah.

Perihal cuaca, susah untuk diperkirakan. Kita tak boleh bergantung kepada prediksi manusia sebab tak teruji keakuratannya. Semua orang punya ponsel saat ini, bisa mengakses situs ramalan cuaca melalui ponsel canggih tersebut. Sayang, tidak banyak dari kita yang menyadari pentingnya memeriksa hal itu.

Negara kita tidak seperti korea selatan yang saya tonton dalam film Forcasting Wheather and Love yang mengekspos pekerjaan di BMKG negeri ginseng itu.

Lagipula, negara kita bukan negara 4 musim yang sering berkelindan dengan cuaca, negara kita juga tak banyak yang berjalan kaki atau naik kendaraan umum. Kita lebih terbiasa mengantisipasi kehujanan lewat jas hujan di dalam jok motor. Yang kita khawatirkan pun kalau hujan paling kalau tidak jemuran yang belum diangkat ya banjir.

Tapi untuk berjualan, apalagi yang berkaitan lekat dengan kelangsungan hidup seperti makanan dan minuman. Tentu cuaca menjadi aspek yang penting. Seperti minum jus ketika panas, menyeruput kopi ketika cuaca dingin. Hal-hal semacam itu, meski sederhana, tapi punya nilai berarti dalam kehidupan.

sumber foto: https://assets.pikiran-rakyat.com/
Adapun perkiraan cuaca yang bisa kita lihat dalam ponsel tak lain adalah contoh perangkat yang membantu kelangsungan hidup kita, membuat hidup ini lebih berarti. Maka maksimalkanlah pernggunannya, jangan hanya bergantung kepada perkiraan manusia. Takutnya malah dikecewakan.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)
Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !