Jika dulu iming-iming hadiah pada jajajan hanya ditujukan untuk anak kecil. Sepertinya saat ini hal itu tidak lagi sepenuhnya benar. Apalagi permainan MOBA seperti Mobile Legend, Free Fire ataupun PUBG tidak hanya menyasar anak-anak tapi orang banyak. Banyak orang dari kalangan tertentu tidak ingin berhenti bermain game online dari smartphone mereka.
Lalu apa hubungan antara hadiah jajanan dan game MOBA? Tak lain, ya karena beberapa brand jajanan bekerja sama dengan perusahaan game tersebut.
Entah itu sekedar di bungkusnya yang bertema game atau sebuah hadiah yang seperti saya beli kemaren. Yaitu sebuah kartu yang nantinya jika di scan bisa menjadi sebuah item yang dapat dipergunakan dalam permainan.
Permainan kartu tersebut biasanya hanya dilakukan secara offline. Dengan berbagai tema dan cara bermain. Anak-anak biasanya hanya mengoleksi kartu tersebut. Kalaupun ada yang bermain. Saya tidak yakin cara bermainnya seperti apa. Toh, tidak pernah ditunjukkan dalam iklan.
Tapi kini, sudah berbeda cara. Kartu permainan ini bisa jadi karcis yang dapat melengkapi permainan. Meski saya yakin, hadiah yang diterima dari kartu itu tidak terlalu besar.
Jajanan yang berhadiah kartu, biasanya adalah makanan yang manis-manis. Seperti coklat pasta atau wafer. Sedang minuman lebih banyak memakai kode undian dan untuk jajanan ciki-ciki saya kira masih belum sampai pada konsep tadi.
Kebanyakan ciki-ciki masih memakai iming-iming berupa mainan, beberapa memakai uang—meski tidak sebesar dulu.

